cinta

Jika CINTA adalah ungkapan

Akulah puisi yang menyebut namamu

Jika CINTA adalah perbuatan

Akulah tangan yang menggenggam erat

Jika CINTA adalah mimpi

Akulah pagi yang membuatmu tersenyum

Puisi Untukmu, Ibu!!!

Yang ku butuhkan hanyalah dirimu
untuk air mata dan menghilangkan kepedihan dihatiku
Yang ku butuhkan hanyalah bersamamu
untuk menemaniku melewati hari-hari sepi
Yang ku butuhkn hanyalah mendengarmu
berbisik lirih “rif, ayo bangun, udh siang, mau sekolah apa enggak",
saat ku terbangun dipagi hari...


Selamat jalan Bu Lek!

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.... Semalam dapet kabar Bu lek meninggal, sedih banget tapi ya memang sudah jalanNYa. Dari beberapa sodara perempuan emak, Bu lek ku ini wajahnya yang paling mirip sama alm emak, dulu pernah beberapa bulan emak meninggal, ngliat bu lek ku ini, berasa ngliat emak. Dan dari beberapa sodaranya emak, keluarga bu lek ku ini yang paling deket sama keluargaku. masih inget dulu pas emak dirawat dirumah sakit, yang ngurusin selama dirumah sakit (ngambil resep, administrasi sampe ikut nungguin) itu pak lek, suami dari bulek ku ini. keluarga bu lekku ini emang baik, dan itu aku kenang sampe sekarang. Waktu bu lek pulang ke solo karena sakit, aku gak bisa nolak kalo disuruh nganter kesana-kesini, ngambil ini-itu. Itu pelajaran hidup buatku, ketika kita baik sama orang, suatu saat akan ada kebaikan yang datang pada kita dari arah mana saja, itu janji Tuhan.

Terakhir nenggok bu lek, kira-kira sebulan yang lalu, bareng sama mbak, badannya kurus, jalannya pun agak susah, katanya penyakit kankernya udah menjalar ke sluruh tubuh. tapi emang dari dulu bu lek ini ibadahnya bagus, meski masih sakit tetep menjalankan sholat, hebat! nggak banyak orang yang diberi penyakit tp dia masih rajin ibadah, kebanyakkan orang mah udah ngeluh, males sholat, dll. Dan itu terbukti, beliau meninggalnya dimalam jum'at, wallahu a'lam... Semoga Amal ibadah bu lek diterima disisi Allah  SWT... Amin!    

86300rb

Tanggal 29 April 2012.
Hari itu seperti biasa, pagi-pagi aku berangkat kerja, tapi ada yang berbeda, hari ini aku tidak begitu semangat. obrolanku kemarin dengan satu-satunya senior "data entri" selalu saja terngiang dipikirannku (jiaaahh "terngiang"....sedikit lebay, no problem). sore itu aku niat ingin pulang belakangan untuk misi mengorek-ngorek (inget, bukan tempe orek ya...) informasi tentang data entri dikantor ini. jam pulang dia keluar, langsung aku mengikutinya dan aku cegat didepan parkiran, lalu kami ngobrolin kerjaan ngalor-ngidul, sampai pada kalimat yang dia ucapkan "sampai elo jenggotan juga, gajinya cm segitu-gitu aja". STOP!!!, saya mendadak mual! smua keinginanku tentang gaji pertama untuk dialokasikan kesana-kemari buyar seketika. ohh..."segitu", jawabku membalas omongannya.

30 menitan aku pulang karena udah sebatang rokok kuhabiskan untuk ngobrol bersamanya dan smua udah jelas. sepanjang perjalanan aku cuma mikirin, lanjut apa engga? lanjut apa enggak? dalam pikiran positifku kemarin-kemarin, mungkin ini cuma gaji training buat beberapa bulan saja, tapi emang sistem gajinya begitu, apa yang dikerjakan, ya itu gajinya (Rp 150,- per lembar entri). bagaimana perasaan bapak, yang sebelumnya bangga anak terakhirnya udah kerja akhirnya harus memendam lagi kebanggaannya! Ah...seberat apapun inilah hidup, kadang kenyataan nggak sejalan dengan keinginan, dan Tuhan  tau apa yang terbaik, it's okay!


Selasa, 30 April 2013, ini adalah gajian mingguanku, aku pikir nggak ada yang salah dengan pengalamanku, ada hikmah yang aku ambil. seberapapun gaji yang akan aku terima, aku akan mensyukurinya, karena itu adalah jerih payahku sendiri. toh selama ini aku sudah tau kisaran berapa gajiku yang nggak lebih besar dari uang sakuku dari bapak setiap hari aku berangkat kerja.

Stelah menunggu, sebuah anggka muncul dari kertas print-print'an salah satu pegawai keuangan, ......eng ...ing....engggg...heheeeeheee
Rp. 68.300,-.... Alhamdulillah, itu bayaranku 3x masuk kerja kemarin, yang 2 hari (senin dan selasa) dibayar selasa depan. Aku trus tanda tangan dan pulang dan aku putuskan aku keluar dari kantor ini.

Sebenarnya kantor ini nyaman banget, secara beberapa hari aku disana udah punya beberapa temen yang bisa diajak sholat, ngopi, ngrokok dan makan siang pada waktu jam istirahat kantor. dan ada beberapa orang sebut saja, panji, adi, eka (temen seangkatan, heheee), jaka (SVP data entri), dan mami norma (SVP Phone Verivication). Semua nggak mandang bawahan atasan, yang penting sopan...heheee!


ya...mau gimana lagi, aku sudah nggak muda lagi, aku butuh tabungan untuk masa depanku, atau paling enggak buat beliin pakaian buat bapak dan uang kepada keponakan-keponakanku tiap bulannya.

Sampai dirumah, aku langsung cerita sama mbakku yang paling deket sama aku, blaaa bla blaaa... dia bilang, "ya udah gajinya disodaqohin aja". aku langsung bilang, "ya udah gapapa, uang segitu juga nggak bisa buat beliin bapak sesuatu (bukannya sombong ya...hehe). esok harinya uang yang Rp. 6.000,- aku beliian sarapan ketoprak, karena paling enggak aku butuh penghormatan buat tubuhku untuk merasakan hasil jerih payahku selama bekerja. trus yang Rp. 80.000,- sisanya disodaqohin, semoga memberi kelancaran dalam memcari pekerjaan yang akan datang...Amiiin!!!


Akhirnya, bersyukur itu lebh mengayakan kita, apapun yang kita dapat. Tuhan nggak perrnah tidur dan pengalamanku pun nggak akan sia-sia. Tetap berjuang dan berdo'a...PERSIJA selamanya...eh....lho...heheeeheee